INSIDEN MONAS DAN PECAH BELAH ALA RAND CORPORATION

Analisis, Politik June 4th, 2008

Print Print

(CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES; Cheryl Benard)

Adanya politik adu domba di balik insiden Monas semakin menguat. Pernyataan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak melibatkan NU menyusul insiden Monas 1 Juni. “NU akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan provokasi,” tegasnya.

Hasyim menyesalkan penggunaan dan pelibatan nama NU dan kelompok NU dalam masalah ini. “Karena relevansinya tidak ada antara NU dan Monas, NU dan FPI. Tapi, kenapa lalu ditulis korban itu adalah orang NU?” ujar Ketua PBNU Hasyim Muzadi dalam pernyataan tertulis pada detikcom, Selasa (3/6/2008).

KH Hasyim Muzadi juga mengingatkan pelibatan orang-orang NU yang menjadikan NU sebagai pihak yang juga terlibat dalam bentrok fisik itu. “Ini tidak boleh terjadi dan harus dicegah. Bentrok fisik sangat merugikan. Kita ingin menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas masalah itu,” tegasnya. Read more »

SELAMATKAN IBU DAN ANAK DARI BAHAYA LIBERALISME

Kaum ibu adalah tumpuan harapan yang melahirkan generasi masa depan. Ibulah yang berperan meletakkan karakter dasar anak. Keberhasilan peran ibu menentukan kematangan jiwa anak yang akan berpengaruh pada kemampuan menghadapi masalah dan menyelesaikannya ketika dewasa.

Namun seiring globalisasi di seluruh dunia, rumah tangga bukan lagi institusi yang eksklusif. Di berbagai pelosok negri, di desa-desa, rumah-rumah tangga mendapat serangan Budaya kufur dari segala sisi. Mulai dari makanan, minuman, pakaian hingga barang-barang konsumtif lainnya telah terjajakan tanpa ada batas-batas wilayah. Kondisi ini turut memberi warna pada keluarga-keluarga muslim. Bukan hanya itu produk yang ditawarkan , malah seiring juga dengan penerimaan terhadap pola berpikir dan gaya hidup yang disampaikan melalui majalah, surat kabar, radio, tayangan televisi dan internet. Read more »

Yang Benar

Yang benar………

Bermula semua netral, semua tak bernilai, semua sama. Semua benar atau semua salah, tak penting….. ga perlu itu semua. Semua berbuat sesuka hati…….tapi kesukaan seseorang tidak selalu sama dengan kesukaan orang lain, kesukaan bertabrakan dengan ketidaksukaan orang lain. Ternyata tidak bisa sepuas hati berbuat seenak perut. Dibikin kesepakatan tentang yang boleh disuka sampai pada batasan tertentu, demikian juga ketidaksukaan diberi batasan. Kesepakatan berubah jadi adat kebiasaan, aturan. Mulai lah manusia tidak bisa bebas berbuat…karena ada nilai-nilai, benar dan salah, pantas dan kurang pantas.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!