<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ersabana</title>
	<atom:link href="http://ersabana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ersabana.wordpress.com</link>
	<description>sedikit yang bisa terungkap</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Dec 2008 18:22:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ersabana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ersabana</title>
		<link>http://ersabana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ersabana.wordpress.com/osd.xml" title="Ersabana" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ersabana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>INSIDEN MONAS DAN PECAH BELAH ALA RAND CORPORATION</title>
		<link>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/05/insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation/</link>
		<comments>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/05/insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 13:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ersabana</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEPUTAR ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ersabana.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Analisis, Politik June 4th, 2008 Print (CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES; Cheryl Benard) Adanya politik adu domba di balik insiden Monas semakin menguat. Pernyataan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak melibatkan NU menyusul insiden Monas 1 Juni. “NU akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan provokasi,” tegasnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ersabana.wordpress.com&amp;blog=4117172&amp;post=11&amp;subd=ersabana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<h2><span lang="EN-US"><a title="INSIDEN MONAS DAN PECAH BELAH ALA RAND CORPORATION" href="http://www.hizbut-tahrir.or.id/2008/06/04/insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation/"></p>
<p></a></span></h2>
<p class="MsoNormal"><span class="post-cat"><span lang="EN-US"><a title="View all posts in Analisis" href="http://www.hizbut-tahrir.or.id/category/analisis/">Analisis</a>, <a title="View all posts in Politik" href="http://www.hizbut-tahrir.or.id/category/analisis/politik/">Politik</a></span></span><span lang="EN-US"> <span class="post-calendar">June 4th, 2008</span></p>
<p><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/DHARMA~1.DHA/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="Print" width="16" height="16" /><!--[endif]--> <a title="Print" href="http://www.hizbut-tahrir.or.id/2008/06/04/insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation/print/">Print</a> </span>
</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">(CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES; Cheryl Benard)</span></strong><strong><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US"></p>
<p></span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Adanya politik adu domba di balik insiden Monas semakin menguat. Pernyataan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak melibatkan NU menyusul insiden Monas 1 Juni. “NU akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan provokasi,” tegasnya. </span>
</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Hasyim menyesalkan penggunaan dan pelibatan nama NU dan kelompok NU dalam masalah ini. </span><span style="font-size:10pt;" lang="SV">“Karena relevansinya tidak ada antara NU dan Monas, NU dan FPI. Tapi, kenapa lalu ditulis korban itu adalah orang NU?” ujar Ketua PBNU Hasyim Muzadi dalam pernyataan tertulis pada detikcom, Selasa (3/6/2008).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">KH Hasyim Muzadi juga mengingatkan pelibatan orang-orang NU yang menjadikan NU sebagai pihak yang juga terlibat dalam bentrok fisik itu. “Ini tidak boleh terjadi dan harus dicegah. Bentrok fisik sangat merugikan. Kita ingin menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas masalah itu,” tegasnya.<span id="more-11"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Upaya mengadu domba antara NU dan ormas Islam lain seperti FPI memang sangat terasa. Tampak dari reaksi warga NU diberbagai daerah yang mendatangi markas FPI. Konflik horizontal pun dikhawatirkan meluas di daerah-daerah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Tidak hanya itu , perluasan insiden Monas juga tampak dari upaya membangun opini seakan-akan lasyar Islam menyerang kelompok memperingati hari kesaktian Pancasila. Serangan ini dianggap ancaman terhadap Pancasila, ideologi negara, dan pada gilirannya dianggap merupakan ancaman terhadap negara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV"> Upaya adu domba yang konflik horisontal ini tidak bisa dilepaskan dari grand-strategi negara-negara Imperialis untuk menghancurkan umat Islam dan kekuatan Islam. Untuk itu, negara-negara Imperialis seperti AS memanfaatkan LSM-LSM komprador yang menjadi kaki tangannya untuk memprovokasi konflik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Campur tangan asing tampak dari kecaman kedubes AS terhadap insiden Monas. Kedubes AS di Indonesia mengeluarkan siaran pers yang mengutuk aksi kekerasan oleh FPI. AS menilai, aksi itu berdampak serius bagi kebebasan beragama dan dapat menimbulkan masalah keamanan. Namun, pernyataan Kedubes AS itu dinilai anggota Fraksi PKS di DPR, Soeripto, sebagai bentuk campur tangan AS dalam masalah dalam negeri. ”Itu tidak etis. Bahasa kasarnya intervensi. Seakan-akan pemerintah kita yang lemah,” katanya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Grands strategi ini bisa terlihat dengan jelas dari rekomendasi Rand Corporation yang merupakan think-thank neo-conservative AS yang banyak mendukung kebijakan Gedung Putih.  Dalam rekomendasi Cheryl Benard dari Rand Corporation yang berjudul CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES) secara detik diungkap upaya untuk memecah belah umat Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV"> <strong><span>STRATEGI  : PECAH BELAH KELOMPOK ISLAM </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan kecendrungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai Demokrasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Pertama : Kelompok Fundamentalis</span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV"> : menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter yang puritan yang akan dapat menerapkan  Hukum Islam yang ekstrem dan moralitas. Mereka bersedia memakai penemuan dan teknologi    modern untuk mencapai tujuan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Kedua : Kelompok Tradisionalis</span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">:  ingin suatu masyarakat yang konservatif. Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Ketiga : Kelompok  Modernis : </span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV"> ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya dengan zaman.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Keempat : Kelompok Sekularis</span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV"> : ingin Dunia Islam untuk dapat menerima pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup pribadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah bambu. Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan antar kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan antara NU yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang Barat sering disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya : </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Pertama : Support the modernists first  (mendukung kelompok Modernis) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang disubsidi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Memberikan mereka suatu platform publik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah  pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam yang tidak puas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara yang relevan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="SQ">Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists: </span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="SQ">Mendukung kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SQ">Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SQ">Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SQ">Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SQ">Kaum modernis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SQ">Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SQ">untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. </span><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Kaum fundamentalis </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik „Islam pinggiran” yang kabur . Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan pandangan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="PT-BR">Menambah kehadiran dan profil kaum modernis pada lembaga-lembaga tradisionalis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="PT-BR">Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda. Mendorong orang-orang dengan ketertarikan yang lebih besar atas modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan yang lainnya. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan  pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam yang lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari Hukum Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="ES">Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists:</span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US"> Mengkonfrontir dan menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak akuratannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Menunjukkan ketidak mampuan mereka untuk memerintah, untuk mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Mengamanatkan pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris. </span><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="DE">Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler</span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="DE">:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama, mematahkan aliansi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideology kiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa Hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi pendekatan manapun yang diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja dan secara hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu yang pasti; konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain, termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat mereka dalam jangka pendek.</span></p>
<p><em></em><strong></strong><strong></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ersabana.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ersabana.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ersabana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ersabana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ersabana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ersabana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ersabana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ersabana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ersabana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ersabana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ersabana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ersabana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ersabana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ersabana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ersabana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ersabana.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ersabana.wordpress.com&amp;blog=4117172&amp;post=11&amp;subd=ersabana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/05/insiden-monas-dan-pecah-belah-ala-rand-corporation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b75a7efedffc7e6599342822d6a829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ersabana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/DHARMA~1.DHA/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Print</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELAMATKAN IBU DAN ANAK DARI BAHAYA LIBERALISME</title>
		<link>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/05/selamatkan-ibu-dan-anak-dari-bahaya-liberalisme/</link>
		<comments>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/05/selamatkan-ibu-dan-anak-dari-bahaya-liberalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 13:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ersabana</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEPUTAR ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ersabana.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kaum ibu adalah tumpuan harapan yang melahirkan generasi masa depan. Ibulah yang berperan meletakkan karakter dasar anak. Keberhasilan peran ibu menentukan kematangan jiwa anak yang akan berpengaruh pada kemampuan menghadapi masalah dan menyelesaikannya ketika dewasa. Namun seiring globalisasi di seluruh dunia, rumah tangga bukan lagi institusi yang eksklusif. Di berbagai pelosok negri, di desa-desa, rumah-rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ersabana.wordpress.com&amp;blog=4117172&amp;post=9&amp;subd=ersabana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Kaum ibu adalah tumpuan harapan yang melahirkan generasi masa depan. Ibulah yang berperan meletakkan karakter dasar anak. Keberhasilan peran ibu menentukan kematangan jiwa anak yang akan berpengaruh pada kemampuan menghadapi masalah dan menyelesaikannya ketika <span> </span>dewasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Namun seiring globalisasi di seluruh dunia, rumah tangga bukan lagi institusi yang eksklusif. Di berbagai pelosok negri, di desa-desa, rumah-rumah tangga <span> </span>mendapat serangan Budaya </span><em><span style="font-size:14pt;">kufur</span></em><span style="font-size:14pt;"> </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">dari segala sisi. Mulai dari makanan, minuman, pakaian hingga barang-barang konsumtif lainnya telah terjajakan tanpa ada batas-batas wilayah. Kondisi ini turut memberi warna pada keluarga-keluarga muslim. </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Bukan hanya itu produk yang ditawarkan , malah seiring juga <span> </span>dengan <span> </span>penerimaan terhadap pola berpikir dan gaya hidup yang disampaikan melalui majalah, surat kabar, radio, tayangan televisi dan internet.<span id="more-9"></span> Bahkan melalui internet,siapapun bisa mengakses mulai dari informasi hingga pornografi. Serangan budaya kapitalis liberal telah menyentuh semua ruang kehidupan keluarga.<span> </span>Ibu dan anak</span><span style="font-size:14pt;">,</span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;">sadar atau tidak sadar </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">telah menjadi korban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Masih membekas di ingatan kita, merebaknya kasus cidera akibat mencontek adegan Smack Down oleh anak-anak. </span><span style="font-size:14pt;"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Kasus pembunuhan teman yang dilakukan anak SD. </span><span style="font-size:14pt;"><span> </span>Bahkan dilakukan dengan sangat sadis.<span> </span>Perkosaan <span> </span>yang dilakukan beberapa pelajar kepada teman sekelasnya. Sampai adegan mesum yang dilakukan pelajar yang diabadikan via kamera HP . <span> </span>Semua itu adalah potret buruk generasi kita saat ini. <span> </span></span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Bukan salah benda yang bernama televisi atau HP. </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Tapi<span> </span>mengapa tayangan televisi kita kebanyakan mengumbar kekerasan dan seks bebas? </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;">Mengapa anak kita bisa tidak terkontrol dalam aktifitas kesehariannnya? <span> </span>Mengapa sesudah <em>kejadian </em>baru orangtua , guru, media, <span> </span>bahkan pemerintah baru meributkannya? <span> </span>Ibarat kata iklan, <em>kalo nggak kotor ya nggak belajar</em> &#8230;mungkin lafaz ini yang cocok untuk menggambarkan suasana tidak <em>ngeh</em>-nya kita semua sebelum peristiwa terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">B</span><span style="font-size:14pt;">ahkan</span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"> tanpa kita sadari ada upaya sosialisasi ide sekuler liberal dan legalisasi </span><span style="font-size:14pt;">via undang-undang. </span><span style="font-size:14pt;"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;">Misalnya ide</span><span style="font-size:14pt;"> <span lang="EN-US">Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG)</span></span><span style="font-size:14pt;"> . Atau yang dalam bentuk undang-undang , contohnya UU PKDRT ( UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga) adalah contoh kongkrit sempurnanya kekuasaan dan cengkeraman penjajah di negri ini.<span> </span></span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Yang paling rentan dijadikan sasaran tembak adalah ibu dan anak!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Kalau kita cermati </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">ide KKG , telah menjadi alat ampuh untuk menghancurkan keluarga-keluarga muslim. Tatanan keluarga yang menempatkan laki-laki sebagai <em>qowwam</em> digugat</span><span style="font-size:14pt;"> dan p</span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">erempuan sebagai ibu dan pengelola rumah tangga </span><span style="font-size:14pt;">didemo.</span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"> Karena posisi seperti ini menomorduakan<span> </span>perempuan, kata para aktifis perempuan. Bahkan menghilangkan peluang perempuan untuk berkiprah di sektor publik, dan meraih posisi terhormat di masyarakat. </span><span style="font-size:14pt;"><span> </span>Saat ini bisa dirasakan, dengan kondisi lingkungan yang rusak (merebaknya narkoba, seks bebas, pornografi dll), kurangnya penanaman agama sejak dini, sibuknya kedua orangtua (bahkan cenderung saling lempar tanggung jawab antara ayah dan ibu) telah memberi andil yang sangat besar terhadap hancurnya keluarga, lemahnya generasi muslim dan kerusakan prilaku masyarakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Terhadap </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"><span> </span>UU PKDRT</span><span style="font-size:14pt;"> pun bisa kita cermati kenyataan yang sama</span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">.<span> </span>Dari definisi kekerasannya saja sudah terbaca, yang dimaui oleh pembuat UU </span><span style="font-size:14pt;">itu apa? Yaitu<span> </span></span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">menjauhkan umat Islam dari keterikatannya terhadap Syariat Islam. </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"><span> </span></span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Hukum syara’ semisal sunnat perempuan, dan yang </span><span style="font-size:14pt;">sempat ramai dibicarakan </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">…kasus poligami, dianggap kekerasan.<span> </span>Keharusan istri melayani suami, dianggap pemaksaan.<span> </span>Para perempuan dipaksa untuk meng”iya”kan bahwa memang telah terjadi KDRT itu. </span><span style="font-size:14pt;"><span> </span>Jadi kaum muslimah, bahkan semua muslim diajak untuk menerima definisi yang menyimpang dari Syara’ tentang kekerasan/kriminal. Padahal dalam Islam, sunat bagi anak perempuan/laki-laki adalah hukum syara’. Poligami adalah mubah/boleh. Ketaatan istri pada suami adalah wajib (selama tidak melanggar hukum Allah).<span> </span>Akhirnya semakin banyak istri-istri yang jadi pembangkang. Para suami yang semakin beringas. Anak-anak yang menjadi kacau kepribadiannya karena <em>broken home</em> dan tidak punya teladan di rumah. Tidak adalagi <em>baiti jannati</em> bagi ayah, ibu dan anak-anak.</span><span style="font-size:14pt;"> <span lang="EN-US"><span> </span><span> </span><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Parahnya, persoalan tadi masih </span><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">ditambah dengan tidak perdulinya kaum muslimin dengan persoalan ini, karena menganggap …<em>akh itu urusan pribadi orang!</em> Betul-betul membuat masalah seolah tak berujung. Apa yang kita bisa perbuat untuk menyelamatkan generasi masa depan, juga kaum ibu dari upaya sistematis para penjajah untuk menjauhkan kita dari ISLAM ???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="EN-US">Untuk menangkal semua ini dapat dilakukan dengan (1) Membangkitkan kesadaran umat bahwa saat ini telah terjadi liberalisasi kapitalis, (2) mengungkap isu-isu, misal KKG, adalah upaya musuh untuk menghancurkan institusi keluarga dan masyarakat muslim, (3) Membina <span> </span>kaum muslimin agar memiliki pemahaman Islam yang benar sehingga tidak terperdaya (4) Mengembalikan perempuan kepada fungsi utamanya yakni ibu dan pengelola rumahtangga, (5) Melakukan pemberdayaan perempuan yang didasarkan pada visi: “ Menjadi perempuan unggul sebagai <em>ummu wa robbatul baiti</em> , sebagai mitra laki-laki demi melahirkan generasi cerdas, taqwa, pejuang syariah dan khilafah serta kesakinahan rumah tangga”. []</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ersabana.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ersabana.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ersabana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ersabana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ersabana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ersabana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ersabana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ersabana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ersabana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ersabana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ersabana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ersabana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ersabana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ersabana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ersabana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ersabana.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ersabana.wordpress.com&amp;blog=4117172&amp;post=9&amp;subd=ersabana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/05/selamatkan-ibu-dan-anak-dari-bahaya-liberalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b75a7efedffc7e6599342822d6a829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ersabana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Benar</title>
		<link>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/01/yang-benar/</link>
		<comments>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/01/yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 17:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ersabana</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL KU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ersabana.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Yang benar&#8230;&#8230;&#8230; Bermula semua netral, semua tak bernilai, semua sama. Semua benar atau semua salah, tak penting&#8230;.. ga perlu itu semua. Semua berbuat sesuka hati&#8230;&#8230;.tapi kesukaan seseorang tidak selalu sama dengan kesukaan orang lain, kesukaan bertabrakan dengan ketidaksukaan orang lain. Ternyata tidak bisa sepuas hati berbuat seenak perut. Dibikin kesepakatan tentang yang boleh disuka sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ersabana.wordpress.com&amp;blog=4117172&amp;post=3&amp;subd=ersabana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang benar&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Bermula semua netral, semua tak bernilai, semua sama. Semua benar atau semua salah, tak penting&#8230;.. ga perlu itu semua. Semua berbuat sesuka hati&#8230;&#8230;.tapi kesukaan seseorang tidak selalu sama dengan kesukaan orang lain, kesukaan bertabrakan dengan ketidaksukaan orang lain. Ternyata tidak bisa sepuas hati berbuat seenak perut. Dibikin kesepakatan tentang yang boleh disuka sampai pada batasan tertentu, demikian juga ketidaksukaan diberi batasan. Kesepakatan berubah jadi adat kebiasaan, aturan. Mulai lah manusia tidak bisa bebas berbuat&#8230;karena ada nilai-nilai, benar dan salah, pantas dan kurang pantas.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ersabana.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ersabana.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ersabana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ersabana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ersabana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ersabana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ersabana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ersabana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ersabana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ersabana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ersabana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ersabana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ersabana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ersabana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ersabana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ersabana.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ersabana.wordpress.com&amp;blog=4117172&amp;post=3&amp;subd=ersabana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/01/yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b75a7efedffc7e6599342822d6a829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ersabana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/01/hello-world/</link>
		<comments>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/01/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 17:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ersabana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ersabana.wordpress.com&amp;blog=4117172&amp;post=1&amp;subd=ersabana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ersabana.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ersabana.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ersabana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ersabana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ersabana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ersabana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ersabana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ersabana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ersabana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ersabana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ersabana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ersabana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ersabana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ersabana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ersabana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ersabana.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ersabana.wordpress.com&amp;blog=4117172&amp;post=1&amp;subd=ersabana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ersabana.wordpress.com/2008/07/01/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b75a7efedffc7e6599342822d6a829?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ersabana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
